“Kelalaian Manajemen Menyatukan Visi Perusahaan Berpotensi Menurunkan Kualitas Karyawan Untuk Berkontribusi Kepada Perusahaan.”-Djajendra
Manajemen yang efektif adalah manajemen yang didukung oleh seluruh lapisan karyawan dengan integritas untuk merealisasikan rencana dan target perusahaan. Apabila manajemen lalai menyatukan visi bersama kepada seluruh lapisan karyawan dan pimpinan, maka manajemen akan kehilangan kekuatan untuk menjalankan semua program kerja. Akibatnya, manajemen akan selalu merasa kualitas karyawan tidak pernah cukup untuk memenuhi tantangan organisasi. Padahal persoalan kekurangan itu ada pada ketidakmampuan manajemen untuk menginternalisasikan visi perusahaan kepada seluruh lapisan karyawan dan pimpinan.
Manajemen yang berkualitas akan selalu membuka diri untuk di awasi dan di evaluasi oleh setiap stakeholdersnya. Termasuk, menjalankan operasional kerja dengan prinsip-prinsip good governance yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct, dan sikap profesionalisme di semua aspek kerja. Kesiapan manajemen untuk dinilai oleh stakeholders adalah bukti berjalannya model manajemen terbuka dengan kualitas prima. Manajemen yang terbuka selalu menjalankan model manajemen yang proaktif terhadap semua persoalan stakeholders. Di mana, fokus kerja ditujukan untuk melakukan koordinasi terhadap semua potensi unggul perusahaan untuk menjadikan semua sumber daya perusahaan bisa berkontribusi buat nilai tambah bisnis perusahaan.
Sikap manajemen yang jujur pada diri sendiri dan jujur pada semua aspek kerja yang ada, merupakan sikap bijak yang akan membawa manajemen bersinar terang dengan kinerja terbaik. Karyawan merupakan inti kekuatan manajemen dalam menghadapi kompetisi bisnis yang ketat. Manajemen harus dengan tekun dan disiplin tinggi melatih setiap karyawan untuk bisa berkontribusi buat semua rencana dan target perusahaan dengan berkualitas. Tanpa dukungan kompetensi dan kualitas terbaik dari karyawan, manajemen akan sulit mewujudkan prestasi dan kinerja dengan optimal. Tanpa perhatian yang sepenuh hati dari manajemen kepada karyawan, karyawan akan kehilangan arah dan gairah kerja. Hubungan yang harmonis dan saling mendukung di antara manajemen dengan karyawan adalah wajib untuk dilakukan agar prestasi dapat terwujud.
Sumber : http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2010/03/07/manajemen-efektif-karyawan-berkualitas/
Minggu, 27 November 2011
Prinsip Manajemen
Prinsip manajemen
Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Prinsip merupakan dasar, namun tidak bersifat mutlak karena prinsip bukanlah umum. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah.Prinsip-prinsip umum manajemen (general principle of management) teridir dari:
- Pembagian kerja (Division of work)
Dengan adanya prinsip the right man in the right place akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.
- Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.
- 'Disiplin (Discipline)
- Kesatuan perintah (Unity of command)
- Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
- Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
Setian karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan orgabisasi dapat terwujud, apanila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.
- Penggajian pegawai
- Pemusatan (Centralization)
- Hirarki (tingkatan)
- Ketertiban (Order)
- Keadilan dan kejujuran
- Stabilitas kondisi karyawan
Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.
- Prakarsa (Inisiative)
- Semangat kesatuan, semangat korp
Sumber : http://elqorni.wordpress.com/2008/04/24/sejarah-ilmu-manajemen/
Fungsi Manajemen : Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengendalian
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Sumber : http://organisasi.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_pengarahan_pengendalian_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Sumber : http://organisasi.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_pengarahan_pengendalian_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen
Sejarah Ilmu Manajemen
Sejarah Ilmu Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Beberapa orang melihatnya (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. beberapa penulis melacak perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedangan Sumeria dan pembangun piramid Mesir. Para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri, dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong ungtuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.
Beberapa penulis melacak pengembangan manajemen sejauh perdagangan di Sumeria da
Abad 19
Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasikAdam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan sumber daya| pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga. Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja. seperti
Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.
Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains.
Abad 20
Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.
Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.
Mendekati akhir abad 20, manajemen terdiri dari beberapa bidang terpisah, termasuk:
- Manajemen Sumber daya manusia
- Manajemen operasi atau produksi
- Manajemen strategi
- Manajemen pemasaran
- Manajemen keuangan
- Manajemen informasi teknologi
Sumber : http://elqorni.wordpress.com/2008/04/24/sejarah-ilmu-manajemen/
Top 10 Ranking Perusahaan Terbaik Di Indonesia Tahun 2011
10 Perusahaan Terbaik di Indonesia untuk tahun 2011.
1. Astra International
2. Bank BRI
3. Telkomsel
4. Garuda Indonesia
5. Adhi Karya
6. Teh Sosro
7. Medco Indonesia
8. Astra Agro Lestari
9. Mustika Ratu
10. Adira Finance
Ada sejumlah catatan yang layak dibentangkan berkaitan dengan daftar peringkat 10 Perusahaan Terbaik di Indonesia diatas.
Catatan pertama : pilihan nomer satu yang jatuh pada Astra International mungkin bukan sebuah kejutan. Telah lama perusahaan ini dikenang sebagai organisasi bisnis yang tangguh, baik dari sisi profitabilitas atau terutama, dalam ketangguhan sistem manajemen dan jajaran SDM-nya. Mereka layak berutang budi pada mendiang William Soerjadjaja dan juga mantan CEO mereka Teddy Rakhmat – dua figur utama yang telah meletakkan pondasi bisnis yang amat kokoh demi melesatnya Astra di kemudian hari (sayang di Indonesia, jarang ada tokoh bisnis sehebat Oom William).
Bank BRI menjadi nomer dua karena mereka benar-benar bank yang luar biasa. Net profit mereka telah menembus angka 6 triliun rupiah; dan ini mereka bangun melalui fokus pada segmen UKM di segenap penjuru Indonesia. Bank BRI adalah contoh sempurna tentang BUMN yang punya level kelas dunia.
Teh Sosro dan Mustika Ratu adalah dua eksemplar bagus tentang bagaimana ketangguhan bisnis lokal untuk memenangkan kompetisi skala global. Sampai hari ini Sosro masih terus bertahan sebagai market leader. Mudah-mudahan mereka tetap bisa bertahan sebagai perusahaan domestik, tidak bernasib sepertu Aqua yang dicaplok Danone dari negeri Perancis. Mustika Ratu juga terus menjulang dan merangsek ke pasar Asia, dengan CEO baru-nya yang cantik itu, putri tunggal dari sang pendiri Mooryati Soedibyo.
Adhi Karya diam-diam adalah perusahaan konstruksi top di negeri ini. Mereka punya banyak projek di luar negeri (Timur Tengah dan China) and you know what. Para karyawan mereka yang bekerja di luar negeri dianggap sebagai salah satu pekerja konstruksi terbaik di dunia. Banyak project owners di luar negeri yang kagum dengan ketekunan, ketrampilan dan dedikasi mereka.
Kelapa sawit adalah produk unggulan yang akan membawa negeri ini melambung dalam kancah ekonomi global. Dan Astra Agro Lestari adalah salah satu perusahaan sawit yang paling bagus di tanah air (mereka juga bagus karena anak perusahaan Astra International).
Demikianlah catatan ringkas tentang 10 Perusahaan Terbaik di Indonesia. Mereka semua merupakan figur penting yang mudah-mudahan bisa membawa negeri ini menuju kemakmuran (melalui penciptaan lapangan kerja, membayar pajak dengan rajin, dan multiplier effects lainnya).
Tentu saja diharapkan mereka juga bisa terus melakukan inovasi : inovasi dalam produk, inovasi dalam proses kerja, dan juga inovasi dalam praktek manajemen yang berkaliber internasional.
Sumber : http://strategimanajemen.net/2011/03/14/ranking-10-perusahaan-terbaik-di-indonesia/
1. Astra International
2. Bank BRI
3. Telkomsel
4. Garuda Indonesia
5. Adhi Karya
6. Teh Sosro
7. Medco Indonesia
8. Astra Agro Lestari
9. Mustika Ratu
10. Adira Finance
Ada sejumlah catatan yang layak dibentangkan berkaitan dengan daftar peringkat 10 Perusahaan Terbaik di Indonesia diatas.
Catatan pertama : pilihan nomer satu yang jatuh pada Astra International mungkin bukan sebuah kejutan. Telah lama perusahaan ini dikenang sebagai organisasi bisnis yang tangguh, baik dari sisi profitabilitas atau terutama, dalam ketangguhan sistem manajemen dan jajaran SDM-nya. Mereka layak berutang budi pada mendiang William Soerjadjaja dan juga mantan CEO mereka Teddy Rakhmat – dua figur utama yang telah meletakkan pondasi bisnis yang amat kokoh demi melesatnya Astra di kemudian hari (sayang di Indonesia, jarang ada tokoh bisnis sehebat Oom William).
Bank BRI menjadi nomer dua karena mereka benar-benar bank yang luar biasa. Net profit mereka telah menembus angka 6 triliun rupiah; dan ini mereka bangun melalui fokus pada segmen UKM di segenap penjuru Indonesia. Bank BRI adalah contoh sempurna tentang BUMN yang punya level kelas dunia.
Teh Sosro dan Mustika Ratu adalah dua eksemplar bagus tentang bagaimana ketangguhan bisnis lokal untuk memenangkan kompetisi skala global. Sampai hari ini Sosro masih terus bertahan sebagai market leader. Mudah-mudahan mereka tetap bisa bertahan sebagai perusahaan domestik, tidak bernasib sepertu Aqua yang dicaplok Danone dari negeri Perancis. Mustika Ratu juga terus menjulang dan merangsek ke pasar Asia, dengan CEO baru-nya yang cantik itu, putri tunggal dari sang pendiri Mooryati Soedibyo.
Adhi Karya diam-diam adalah perusahaan konstruksi top di negeri ini. Mereka punya banyak projek di luar negeri (Timur Tengah dan China) and you know what. Para karyawan mereka yang bekerja di luar negeri dianggap sebagai salah satu pekerja konstruksi terbaik di dunia. Banyak project owners di luar negeri yang kagum dengan ketekunan, ketrampilan dan dedikasi mereka.
Kelapa sawit adalah produk unggulan yang akan membawa negeri ini melambung dalam kancah ekonomi global. Dan Astra Agro Lestari adalah salah satu perusahaan sawit yang paling bagus di tanah air (mereka juga bagus karena anak perusahaan Astra International).
Demikianlah catatan ringkas tentang 10 Perusahaan Terbaik di Indonesia. Mereka semua merupakan figur penting yang mudah-mudahan bisa membawa negeri ini menuju kemakmuran (melalui penciptaan lapangan kerja, membayar pajak dengan rajin, dan multiplier effects lainnya).
Tentu saja diharapkan mereka juga bisa terus melakukan inovasi : inovasi dalam produk, inovasi dalam proses kerja, dan juga inovasi dalam praktek manajemen yang berkaliber internasional.
Sumber : http://strategimanajemen.net/2011/03/14/ranking-10-perusahaan-terbaik-di-indonesia/
Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “FILSAFAT ADMINISTRASI”, Manajemen dapat didefinisikan sebagai :
Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.
Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa management merupakan inti daripada administrasi karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi.2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” Manajemen dapat didefinisikan sebagai :
A. Kegiatan – kegiatan atau aktifitas – aktifitas
B. Proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan – urutan
C. Institut atau orang – orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan
3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh DRS. HE. Rosyidi dalam buku “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“ adalah :
Proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi didalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
4. Menurut Marry Parker Follet :
Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
5. Menurut James A.F. Stonner :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
Jadi dapat disimpulkan manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan kearah suatu tujuan.sumber : http://putracenter.net/2008/11/21/definisi-manajemen-menurut-para-ahli/
Dampak Manajemen Dalam Kehidupan Sehari - hari
Manfaat manajemen dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan manajemen yang baik, kita bisa membuat hidup kita lebih produktif. Bayangkan jika hidup kita tidak menejemen dengan baik, tidak planning untuk kegiatan yang akan kita lakukan, kerena planning yang tidak pasti membuat proses pengawasn untuk melakukan aktivitas tersebut juga akan tidak maksimal dan cenderung di abaikan sehingga mengakibatkatkan banyaknya waktu terbuang hanya untuk hal yang sangat tidak bermanfaat. Tentunya manfaat manajemen yang baik dalam kehidupan dapat mengatasi dan mencegas dampak-dampak diatas. Dengan adanya manajemen yang baik kehidupan kita akan lebih teratur, seorang dapat merelealisaikan segala keinginannya. Dengan manajemen kehidupan yang baik akan menjadi bekal pada saat memasuki dunia yang sebenarnya misalnya menenajemen suatu perusahaan. Dengan kemampuan memanajemen tersebut kita akan membiasakan diri kita disiplin.
Dalam menjadi kehidupan sehari-hari mungkin secara tidak sadar kita telah menerapkan konsep dasar manajemen, akan tetapi ada seseorang yang melakukan manajemen kehidupan dengan baik, namun masih banyak orang yang melalaikan pentingnya manajemen. Manajemen kehidupan mungkin adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tenaga, dan pengendalian terhadap aktivitas-aktivitas hidup kita sehari-hari.
· Dampak manajemen yang buruk terhadap kehidupan seseorang.
Jika kita melakukan manajemen yang buruk dalam kehidupan tentunya akan berdampak buruk terhadahap kehidupan kita antara lain :
- Seseorang yang tidak mempunyai manajemen kehidupannya baik akan banyak membuang waktunya untuk kepentingan yang kurang berguna. Padahal Orang Barat mengatakan bahwa waktu adalah uang, sedangkan Al-Hasan mengatakan, “Aku mendapati beberapa kaum yang salah satu di antara mereka sangat kikir terhadap umurnya ketimbang dirhamnya.” Dia mengetahui bahwa apabila umur menghilang, maka dia akan lenyap. Sementara harta, apabila suatu ketika lenyap, maka di saat yang lain bisa didapatkan kembali. Dari sini kita bisa melihat bahwa waktu tidak setara nilainya dengan uang, ia lebih berharga darinya. Sebagaimana dinyatakan Abdullah bin Mas’ud, “Aku tidak pernah menyesal atas sesuatu melebihi penyesalanku atas hari ketika matahari tenggelam, maka ajalku semakin berkurang, sementara amalku tidak bertambah.”
- orang yang tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan baik , ia seolah-olah dikejar-kejar waktu, tidak bisa hidup tenang, tak mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, dan tak bisa menikmati hidup. Serta setiap melakukan suatu tugas hasilnya tidak akan maksimal karena dilakukan dengan tergesa-gesa.
- Ada kemungkinan menghilangkan kepercayaan pada dirinya akan berkuran, karena orang yang tidak bisa memanajemen kehidupan yang baik.
- penghasilan (keuangan) tidak akan baik jika tidak ada manajemen yang baik. Seseorang akan menghambur-hamburkan uangnya untuk kepentingan yang sebenarnya bisa ditekan dan dihapus.
- Orang tersebut kurang efektif melakukan kesuatu, misalnya tenaga. Semisal ada pekerjaan yang semestinya bisa di kerjakan berangsur-angsur, tetapi buruknya manajemen kehidupan membuat suatu pekerjaan itu seakan-akan berat.
Diatas ini adalah sebagian dampak yang akan terjadi jika kita tidak dapat memanajemen kehidupan kita dengan lebih baik.
Sumber : http://choliscollection.blogspot.com/2011/06/manajemen-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
Sumber : http://choliscollection.blogspot.com/2011/06/manajemen-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
Langganan:
Postingan (Atom)